Makalah Faktor Kebudayaan (Budaya dan Kelas Sosial) Dalam Perilaku Konsumen
FAKTOR
KEBUDAYAAN (BUDAYA DAN KELAS SOSIAL)
DALAM
PERILAKU KONSUMEN

Disusun Oleh
Nama :
Siti Nur Hayati
NIM :
180321100004
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN
ILMU DAN TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-nya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan tugas Mata Kuliah
Perilaku Konsumen yang berisi tentang “Faktor Kebudayaan Terdiri Dari Budaya
Dan Kelas Sosial) dalam Perilaku Konsumen”. Penulis mengucapkan terimakasih
kepada dosen pembimbing mata kuliah Perilaku Konsumen yang telah memberikan
tugas untuk menyusun makalah ini, sehingga penulis memiliki kesempatan untuk
menambah wawasan dari sumber bacaan yang relevan.
Penulis sangat
menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan oleh karena
itu, sangat diharapkan kritik maupun saran yang membangun untuk makalah
selanjutnya, sehingga di kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga
makalah ini bermafaat bagi kita semua.
Bangkalan , 04
April 2021
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Konsumen merupakan orang yang sangat penting bagi seorang
pengusaha karena mereka yang dapat mengembangkan sebuah bisnis. Seperti
apapun perilaku yang dimiliki oleh seorang konsumen, seorang pengusaha biasanya
akan mengalah dan melayani konsumen tersebut dengan baik agar terjadi sebuah
proses pembelian yang memuaskan. Pada saat ini pembelian sebuah produk
dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang saat ini jauh lebih cerdas dan selektif
dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi
perusahaan untuk menjalin hubungan yang baik dengan konsumen serta memahami
perilakunya.
Selanjutnya Schiffman dan Kanuk (2000) menyatakan bahwa
“perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam
mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghentikan konsumsi produk,
jasa, dan gagasan”. Menurut Setiadi (2003) bahwa “ perilaku konsumen adalah
tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan
produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli
tindakan ini.” Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2002) bahwa perilaku
konsumen merupakan perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun
rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi personal.
Perilaku konsumen dapat memberikan penjelasan tentang apa
yang menjadi kebutuhan konsumen, alasan konsumen memutuskan untuk melakukan
pembelian, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen di dalam
membuat keputusan untuk melakukan pembelian. Salah satu faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam memutuskan melakukan pembelian produk adalah faktor
internal terdiri dari (Psikologi dan Pribadi) faktor eksternal terdiri dari
(Sosial dan Budaya). Sehingga dalam perilaku konsumen sangat penting untuk
dipelajari dalam menjalankan konsep pemasaran suatu perusahaan. Tanpa adanya
suatu pemahaman dan pengertian tentang konsumen sasaran, suatu perusahaan tidak
dapat dikatakan telah menjadikan konsep pemasaran sebagai pedoman walaupun
perusahaan tersebut telah menjalankan fungsi pemasarannya dengan baik.
Setelah mempelajari faktor-faktor internal yang terdiri dari
faktor psikologi dan pribadi, perusahaan juga harus mengenal faktor eksternal
konsumen yang terdiri faktor sosial dan budaya. Sehingga pada makalah ini akan
membahas sedikit tentang faktor eksternal yaitu faktor kebudayaan yang terdiri
dari Budaya Dan Kelas Sosial. Dari faktor kebudayaan yang mempengaruhi konsumen
dalam memutuskan melakukan pembelian yang mana terdiri dari : budaya dan kelas
sosial, dalam hal ini juga dapat mempengaruhi
perilaku konsumen.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut :
1) Apa yang dimaksud dengan faktor kebudayaan dalam perilaku konsumen?
2) Faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi kebudayaan konsumen yang mendasari perilaku konsumen
sehingga terjadinya suatu pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian
produk?
1.3
Tujuan
1) Mengetahui
pengertian dari faktor kebudayaan dalam perilaku konsumen.
2) Mengetahui dan
memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kebudayaan konsumen yang mendasari
perilaku konsumen.
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Faktor Kebudayaan
Setiap konsumen tidak bisa
dipungkiri bahwa ketika membeli suatu produk seseorang yang tinggal dalam suatu
wilayah, maka orang tersebut harus menyesuaikan diri dengan kebudayaannya. Menurut Setiadi (2003 : 3) perilaku
pembelian konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan,
mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang
mendahului dan menyusuli tindakan ini. Sedangkan menurut Swasta (2008 : 10)
perilaku konsumen adalah sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barangbarang dan jasa,
termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan
kegiatan-kegiatan tersebut. Ada dua elemen penting dari dua pengertian diatas
yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang semua ini melibatkan
individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang-barang dan
jasa-jasa ekonomis.
Menurut
Mangkunegara (1988 : 42) mendefinisikan faktor budaya adalah kreativitas
manusia dari satu generasi kegenerasi berikutnya yang sangat menentukan bentuk
perilaku dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut
Irawan dan Wijaya (1996 : 42) kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan
perilaku seseorang yang mendasar. penelitian Euis Dasipah, Haris Budiyono,
Meilan Julaeni (2010) membuktikan bahwa budaya berpengaruh langsung terhadap
perilaku pembelian konsumen.
2.2
Faktor-faktor Kebudayaan Konsumen
Kebudayaan berpengaruh luas dan
mendalam terhadap perilaku pembelian konsumen. Budaya adalah penentu keinginan
dan perilaku yang paling mendasar. Dimensi dari budaya antara lain budaya, sub
budaya dan kelas sosial (Kotler, 2000 :183).
1.
Dimensi
Pertama Adalah Budaya
Budaya adalah kumpulan nilai-nilai persepsi, keinginan
dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga
dan lembaga penting lainnya.
Budaya adalah penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar (Kotler, 2002
: 183). Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengertian, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan
oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu
yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, yaitu mencakup segala
cara-cara atau pola pikir, merasakan dan bertindak. Secara definitif kebudayaan
adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
2.
Dimensi
Kedua Adalah Sub Budaya
Setiap kebudayaan
terdiri dari sub budaya-sub budaya yang lebih kecil yang memberikan
identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya
(Setiadi, 2003 : 12). Sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai sama
berdasarkan pada pengalaman hidup dan situasi (Nasionalisme, agama, kelompok
ras dan wilayah geografis).
3.
Dimensi
Ketiga Adalah Kelas Sosial
kelas sosial adalah
pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara
hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang
serupa (Kotler, 2000: 186). Divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur
dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan tingkah laku yang
serupa. Kelas sosial memegang peranan penting dalam suatu program pemasaran,
karena sejauh mana pemasar mampu mempromosikan produknya sehingga dirasa akan
membantu keinginan konsumen untuk mencapai kelas sosial yang lebih tinggi. Adapun
karakteristik kelas sosial :
a.
Orang-orang
dalam setiap kelas sosial cenderung mempunyai perilaku yang serupa dibanding
orang-orang yang berasal dari dua kelas sosial yang berbeda.
b.
Seseorang
dipandang mempunyai pekerjaan yang rendah atau tinggi sesuai dengan kelas
sosialnya.
c.
Kelas
sosial seseorang dinyatakan dengan beberapa variabel seperti, jabatan,
pendapatan, kekayaan, pendidikan dan orientasi terhadap nilai daripada hanya
berdasarkan sebuah variabel.
d.
Seseorang
mampu berpindah dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya, naik atau turun
selama hidupnya.
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Konsumen sebelum melakukan pengambilan keputusan terhadap
pembelian suatu barang, para konsumen memikirkan beberapa tindakan yang merupakan
suatu respon terhadap barang produksi. Hal ini disebut sebagai perilaku
konsumen yang merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan proses
pembelian, pada saat itu konsumen melakukan aktifitas-aktifitas seperti
melakukan pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk. Timbulnya perilaku
konsumen disebabkan dari berbagai faktor internal dan eksternal, hal yang
paling mempengaruhi konsumen pada faktor eksternalnya yaitu dari segi budayanya.
Faktor kebudayaan sendiri dilihat dari faktor budaya dan kelas sosialnya
konsumen. Dari faktor tersebut konsumen memiliki berbagai macam perilaku yang
mana mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Sehingga perusahaan harus benar-benar
memahami faktor kebudayaan dalam perilaku konsumen.
3.2
Saran
Perusahaan
jika ingin mengenali faktor kebudayaan konsumen seharusnya memperbanyak
interaksi secara kelompok terhadap konsumen atau melihat kondisi pasar secara
langsung, menganalisis permasalahan yang ada pada produk untuk menarik minat
konsumen terhadap pembelian suatu barang, sehingga dapat diketahui apa yang
perlu dievaluasi untuk kedepannya.
Komentar
Posting Komentar