Faktor Pribadi dalam Perilaku Konsumen


Perilaku Konsumen adalah perilaku yang ditampilkan oleh individu ketika mereka membeli, mengkonsumsi atau memakai produk atau menggunakan layanan tertentu. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.

Perilaku konsumen didefinisikan sebagai perilaku yang konusmen tunjukan dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan dapat memuaskan kebutuhan mereka (Kanuk & Schiffman, 2010:23).

Tujuan utama perusahaan melakukan  pemasaran produk adalah untuk memenuhi permintaan dan keinginan konsumen. Studi perilaku konsumen membantu untuk mencapai tujuan ini. Karena konsumen adalah orang yang paling penting bagi sales, staf penjualan, bahkan perusahaan itu sendiri.

Pada dasarnya perilaku konsumen mengacu pada pemilihan, perolehan dan konsumsi barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sementara itu, terdapat faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen, yaitu faktor pribadi dalam perilaku konsumen.  Penjelasan dari faktor tersebut sebagai berikut : 

Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Berikut faktor-faktor pribadi konsumen yang mempengaruhi perilaku konsumen, sebagai berikut :


Kepribadian 

Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang berespon terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat,pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang membedakan satu individu dari individu lainnya.

Sifat-sifat Dasar Kepribadian

  • Kepribadian mencerminkan perbedaan individu
  • Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama
  • Kepribadian dapat berubah

Pembelajaran

Menurut Schiffman (Rangkuti, 2009: 112), proses yang dilakukan oleh konsumen untuk
memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian dan konsumsi yang dapat
diaplikasikan untuk perilaku dimasa yang akan datang.

Istilah pembelajaran meliputi total pembelajaran dari yang sederhana, sampai penyelesaian
masalah yang komplek. Unsur- unsur yang termasuk dalam kebanyakan teori pembelajaran
konsumen antara lain motivasi, isyarat, respons, penguatan.

Jenis-jenis proses belajar dibedakan menjadi 2 kategori :

1) Proses belajar Perilaku (Behavioral Learning)

  • Proses belajar classical conditioning
  • Proses belajar instrument conditioning
  • Proses belajar vicarious learning 

 2) Proses belajar Kognitif (Cognitive Approach Learning)

 

Sikap

Definisi sikap konsumen terhadap merek adalah mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek baik disenangi atau tidak disenangi secara konsisten. Dengan demikian, konsumen mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik. Secara garis besar, Sumarwan (2002) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa model sikap, antara lain:

  1. The Tricomponent Attitude Model (Triandis).
  2. Multi Attribute Atitude Model (Fishbein).
  3. Ideal Point Model (Model Angka-Ideal).

Daniel Kazt (dalam Setiadi, 2003: 215) mengklasifikasikan empat fungsi sikap yakni:

  • fungsi utilitarian
  • fungsi ekspresi nilai
  • fungsi mempertahankan ego
  • fungsi pengetahuan

Menurut Simamora (2004: 185), pembentukan sikap dipengaruhi oleh:

  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengaruh keluarga dan teman-teman
  3. Direct marketing
  4. Media masa
  5. Karakteristik individu 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Patung Budha Tidur II Trowulan Mojokerto