Manajemen Pemasaran Pada Perusahaan Beras Merah Organik

Nama : Siti Nur Hayati 

Nim : 180321100004

Kelas : Manajemen Pemasaran_A

Manajemen Pemasaran Beras Merah Organik 


    Beras merah merupakan biji-bijian utuh yang hanya mengalami proses pengupasan kulit atau sekam. Beras merah dinilai lebih unggul dari beras putih karena proses pengolahannya lebih singkat, sehingga kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang. Salah satu nutrisi yang banyak terkandung di dalam beras meras adalah serat. Nutrisi ini berperan penting dalam proses penurunan berat badan. Tak hanya itu, dalam seporsi beras merah (sekitar 200 gram) juga terkandung sekitar 230­–250 kalori dan beragam nutrisi, Beras merah juga mengandung nutrisi lain, seperti vitamin B, zinc, mangan, kalsium, dan fosfor. Sama seperti beras putih, beras merah juga termasuk dalam golongan biji-bijian utuh yang bebas gluten, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac atau orang yang memiliki alergi gluten.

    Dilihat dari manfaat beras merah yang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga pada tahun 2021, perusahaan beras merah organik menargetkan omset sebesar Rp. 1.000.000.000. Tujuan perusahaan yaitu ingin menjadi perusahaan terbaik di Indonesia. Beberapa strategi yang diperlukan untuk melakukan perencanaan pemasaran agar mencapai profit, maka hal tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :

Segmentasi 

Segmentasi merupakan suatu kegiatan mengidentifikasi segmen, menentukan dan memilh segmen, dan menciptakan ceruk pasar dari target segmen tersebut, Segmentasi beras merah organik yaitu :

- Masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan

- Masyarakat yang ingin hidup sehat dan tetap mempertahankan berat badan

- Masyarakat yang berusia 17-65 tahun

- Masyarakat pengidap diabetes

- Masyarakat kalangan menengah keatas

Targeting 

Targeting merupakan upaya perusahaan dalam memasarkan produknya. Targeting pada perusahaan beras merah organik adalah dari orang-orang dari kalangan menengah keatas, karena harganya yang lebih tinggi dari beras biasa atau bagi konsumen yang ingin menjaga tubuh dari terserangnya penyakit-penyakit seperti diabetes.

Positioning 

Untuk pemasaran beras merah ini dilihat dari analisis positioning dari perusahaan beras merah organik ini adalah dengan membangun citra produk yaitu dengan memaparkan keunggulan dan ciri khas dari produk beras merah organik. Diantaranya beras merah organik memiliki kandungan mineral yang baik untuk kesehatan, memiliki kadar gula yang rendah sehingga tidak perlu khawatir jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak.  Selain itu proses dari hulu hingga hilir terjaga keamanannya dan tidak dibudidaya dengan campuran bahan kimia apapun. Kualitas dan keasliannya sangat terjaga, sehingga jika kita mengonsumsinya dengan rutin dapat meningkatkan kesehatan dan dapat meningkatkan daya imun tubuh.


Bauran Pemasaran 

Pada perusahaan beras merah organik menggunakan bauran pemasaran 4P


Product : Produk yang di jual yaitu Beras Merah Organik yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya tidak mengandung bahan kimia dan dikemas secara aman dan higienis sehingga menjaga keasliannya.

Price : Harga yang diterapkan untuk produk ini adalah harga yang sesuai dengan keaslian dari produk, sehingga harga dari yang cukup standar untuk harga Beras Merah pada umumnya.

Place : Lokasi pemasaran yang diterapkan adalah tempat dimana terdapat sasaran pemasaran produk  seperti penjualan di supermarket dan toko swalayan. 

Promotion :  Promosi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang miliknya agar dapat menarik konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi, hal-hal tersebut meliputi brosur, poster, iklan, majalah, dll. Untuk mempromosikan produk beras merah organik yaitu dengan menyebar brosur, sering mengupload gambar di sosial media dan memberi potongan harga. Berikut contoh promosi penjualan beras merah organik berupa poster :


Daya Saing Beras Merah Organik di Pasar ASEAN

Tahun 2021 Kementan akan tetap fokus pada pangan beras, dengan intervensi pemerintah 2,8 juta hektar akan ada preferensi fasilitasi kegiatan untuk padi lahan kering, padi sawah, padi rawa, padi tadah hujan, padi di daerah rawan stunting serta budidaya beras khusus dan premium.
Di tempat sama pakar pertanian Sutarto Alimoeso menyebut ada beberapa faktor yang menjadi tantangan ekspor beras. Seperti produksi, produktivitas, kontinuitas, kesesuaian lahan, posisi Indonesia, harga.
“Peluang meningkatkan produksi dan provitas masih ada, pola panen tahun 2020 juga terjadi pergeseran waktu panen, dengan panen sepanjang waktu diharapkan tidak ada defisit bulanan. Kalau saya lihat berdasarkan data BPS akan ada banyak stok beras, saya rasa tidak perlu lagi ada impor, stok pangan aman, apalagi tahun ini tidak ada el nino,” ujar pria yang sering diundang pada forum perdagangan beras internasional ini.
 

Ia menyebut ada beberapa strategi meningkatkan daya saing beras, yaitu meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi dan modernisasi dari hulu hilir, fokus pada beras khusus dengan kualitas tinggi dan promosi membuka pasar ke negara luar.

Pengembangan produk beras merah organik dengan memasuki pasar ASEAN juga perlu melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan kepada perusahaan. Pasar ASEAN memiliki peluang yang baik dalam memasarkan produk ini. Pangsa pasar yang luas, menjadi salah satu faktor yang dapat mencapai target omset di tahun 2021.  Daya saing di pasar ASEAN sudah pasti akan ketat. Akan tetapi, dengan melakukan riset pasar kita dapat mencari tahu apakah kita dapat memasuki pasar tersebut atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faktor Pribadi dalam Perilaku Konsumen

Wisata Patung Budha Tidur II Trowulan Mojokerto