Bauran Pemasaran Lokasi dan Saluran Pemasaran
BAURAN PEMASARAN LOKASI DAN SALURAN PEMASARAN
Saluran pemasaran adalh serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalm proses untuk menjsdiksn produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Untuk perusahaan jasa Adrian Payne memberikan pengertian dan gambaran mengenai saluran distribusi dalm bukunya The Essence of Service Marketing (2001: 183) saluran distribusi merupakan jenis keputusan yang berhubungan dengan siapa yang berpartisipasi dalm penyampaian jasa, yaitu organisasi dan orang-orang.
Untuk saluran distribusi pada intinya adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini produsen dari produk atau jasa yang dihasilkan, menyampaikan produk tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan, keingginan dan permintaan konsumen untuk dapat dikonsumsi dan digunakan.
Suatu perusahaan pastinya sebelum melakukan yang namanya saluran distribusi maka akan melakukan analisis bauran pemasaran selain produk adalah place,
Place adalah: Lokasi dekat dan jauh mempengaruhi biaya produksi - Saluran Distribusi Suatu gabungan penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan jasa dari produsen ke konsumen. Mengapa digunakan perantara pemasaran, salah satu alasan terbesar adalah melepaskan sejumlah pengendalian atas cara dan kepada siapa produk itu dijual, produsen seolah meletakkan nasib perusahaan ketangan perantara, dan manfaat yang diambil juga banyak antara lain banyak produsen kekurangan sumber dana finansial untuk menjalankan pemasaran secara langsung, banyak produsen yang telah merasakan hasil pengembalian dari investasi mereka lebih besar apabila menggunakan saluran pemasaran, dan dalam beberapa kasus, pemasaran langsung memang tidak layak karena pangsa pasar jadi sempit.
Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Dalam melakukan pemasaran sebuah produk barang atau jasa, perusahaan tentunya melakukan bauran pemasaran yang melalui 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu :
a. Product / produk barang dan jasa
b. Price / harga
c. Place / lokasi
d. Promotion
Dari ke empat konsep bauran pemasaran yang paling penting adalah konsep bauran pemasaran place (tempat/lokasi), mengapa demikian? karena dalam melakukan bauran pemasaran place/tempat ini maksudnya adalah lokasi untuk melakukan proses jual beli produk baik barang maupun jasa. Konsep ini sangat penting terutama bagi usaha konvensional. Perusahaan dengan bisnis konvensional harus paham di mana lokasi yang strategis untuk melakukan penjualan.
Lokasi penjualan ini setidaknya yang mudah dikunjungi oleh konsumen. Namun itu dikhususkan untuk bidang usaha konvensional saja. Sementara saat ini sudah marak yang namanya bisnis modern atau bisnis online. Oleh karena itu di jaman ini pengertian aspek tempat lebih beragam. Terutama disesuaikan dengan media yang digunakan.
Kriteria Daerah Kinerja yang Positif Untuk Pemasaran
Berikut adalah faktor penting yang harus diperhatikan, sebagai pertimbangan dari strategi pemasaran dengan memilih lokasi usaha yang tepat.
1) Tingkat Kepadatan Penduduk Sekitar Lokasi Usaha.
Pemilihan lokasi usaha diusahakan dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya, maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari sebuah usaha.
2) Besar Pendapatan Masyarakat Sekitar Lokasi Bisnis.
Besarnya pendapatan dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi akan mempengaruhi bisnis. Tinggi rendahnya daya beli para konsumen dapat dilihat dari rerata pendapatan konsumen, semakin tinggi tingkat pendapatan maka daya beli semakin tinggi pula.
3) Memperhatikan Tingkat Keramaian Lalu Lalang Kendaraan Yang Melewati Toko.
Lalu lintas lokasi usaha harus diperhatikan karena akn sangat berpengaruh pada usaha. Perhatikan orang yang melewati toko dominan pejalan kaki, sepeda motor atau mobil, sehingga bisa dilihat usaha apa yang cocok dan dibutuhkan oleh orang yang lalulalang.
4) Banyaknya Jenis Usaha Yang Mendukung Lokasi Tersebut. Semakin banyak jenis usaha yang berada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga akan semakin ramai.
5) Sesuaikan Dana Dengan Lokasi Usaha Yang Akan Anda Pilih.
Keutuhan dana akan di butuhkan untuk tempat sewa toko, sehingga dana menyesuaikan lokasi toko ada dimana. Tentukan lokasi toko dengan menyesuaikan dana anda dan melihat keramaian dari konsumen.
6) Usahakan Untuk Memilih Lokasi Usaha Yang Tingkat Kompetisinya Sangat Rendah.
Apabila di lokasi tersebut sudah banyak pengusaha dengan bisnis yang sejenis dengan usaha yang anda jalani, maka sebaiknya lokasi seperti ini sebisa mungkin harus Anda hindari. Namun apabila Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus bersiap untuk bersaing dengan cara menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis dengan Anda.
7) Perhatikan Juga Akses Menuju Lokasi Usaha Anda.
Usahakan memilih lokasi yang cukup mudah untuk di akses oleh para konsumen. Jika memang memungkinkan, pilihlah lokasi usaha yang sering dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi bisnis Anda.
8) Tingkat Keamanan Yang Sangat Mendukung.
Lokasi usaha yang aman juga akan semakin menambah kenyamanan dari para konsumen untuk membeli. Mereka tidak akan merasa ragu untuk meninggalkan kendaraan mereka di tempat-tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan dari bisnis Anda dengan merasa nyaman.
9) Selalu Memperhatikan Kebersihan Dari Lokasi Bisnis.
Konsumen akan merasa risih untuk mengunjungi sebuah toko, warung maupun sebuah outlet yang berada pada lingkungan kotor, kumuh, dan jorok. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk-produk Anda.
Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegaiatan Pemasaran
Persyaratan legislasi wilayah yang relvan berkenaan dengan K3 dan prosedur manajement resiko dalam pengelolaan kegiatan promosi yang meliputi :
- Persyaratan legislatif K3 yang relevan terkait dengan penggunaan bahan kimia tertentu dan proses di tempat kerja
- Peraturan perundang-undangan tentang privasi/ kode etik
- Persamaan pekerja dengan kebutuhan tertentu
Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi
Distribusi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan.
Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan yang baik. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi yaitu:
1. Information, yaitu mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
2. Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.
3. Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.
4. Ordering, yaitu pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
5. Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
6. Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.
7. Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.
8. Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
9. Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.
a. Distribusi langsung yaitu sistem distribusi barang/ jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.
b. Distribusi semi langsung yaitu sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen.
c. Distribusi tidak langsung yaitu sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui agen, grosir, yang bertindak sebagai pedagang perantara.
Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribus
Dalam pemasaran selalu terdapat masalah yang sulit bagi perusahaan untuk menyelesaikan, sehingga produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :
1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir.
2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.
3. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.
4. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif.
Untuk upaya pengendalian saluran distribusi (channel control strategy) adalah menguasai anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama. Berikut adalah tujuan dari adanya strategi saluran distribusi
a. Untuk meningkatkan pengendalian.
b. Memperbaiki ketidakefisenan.
c. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman.
d. Mencapai skala ekonomis.
Konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antar saluran. Namun, di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan, sehingga menimbulkan adanya konfilik dalam saluran distribusi. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal berikut ini:
a.Konflik Horizontal. Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:
1. Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko handphone versus toko handphone).
2. Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh: toko komputer versus toko peralatan elektronik). Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.
b. Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:
1. Konflik antara produsen dan pedagang grosir (contoh: produsen langsung menjual ke pengecer).
2. Konflik antara produsen dan pengecer (contoh: independent retailer versus producer-owned retail store) Sumber konflik umumnya adalah ketidak samaan tujuan, hak dan perananyang tidak jelas, berbeda persepsi, dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.
Komentar
Posting Komentar